Satu Agustus
Hari dimana pada hari itu menjadi hari yang bahagia untuk ku. Kilas balik malam hari. Malam yang membuatku dan kamu tertawa sepanjang malam. Kamu yang tertawa lepas melihat tingkah ku yang sengaja menghibur mu. Malam itu aku tenang melihat mu bahagia bersama ku karena ulah ku. Dan setelah itu, aku terbesit, bahwa ternyata selama ini bukan aku biang masalahnya, tapi kamu. Esok harinya menjadi bencana untuk mu. Kebiasaan mu yang tidak pernah hati-hati dalam mengambil langkah saat bersama ku. Yang kali ini cukup membuat ku muak. Kamu terlalu memaksakan keadaan dan kehendak mu. Tidak tahu melihat situasi tentang apa yang akan terjadi. Kamu yang selalu bertanya walau sudah tahu yang ku sukai adalah aksi. Siang hari itu langkahmu menjadi bumerang untuk dirimu sendiri. Tanpa kamu sadari bahwa aku sudah tidak peduli lagi. Tentang aku yang menjadi sadis di setiap pesan yang ku kirim. Bagimu aku adalah sepele. Aku yang tidak akan marah karna ulah mu sebab terlihat sangat bahagia semalam. Petak...