Tiba-tiba Menyapa

Tiba-tiba Menyapa


Terlihat aneh namun nyata. Tidak seperti biasanya. Aku tak tahu mengapa pagi ini kau menyapa diri ku dan bertanya kemana tujuan ku. Baiklah aku akui bahwa itu wajar, karena kau adalah teman sekelas ku. Tapi tiba-tiba mengapa kau peduli kemana aku ingin pergi? Kau sedang bersama teman-teman mu. Lalu ketika aku lewat di depan pandangan mu, kau menyetop diri ku dan bertanya kemana aku ingin pergi?

Bukan ge er namun aku hanya sedang heran. Tidak hanya bertanya kemana tujuan ku. Kau juga tertangkap tangan sedang mencoba mencuri pandangan ku. Bukannya aku ge er lagi. Tapi ini sungguh aneh. Mengingat kau pernah mencoba dekat dengan diri ku, membuat pikiran ku semakin kacau terhadap mu. Kau pernah mengakui bahwa kau memang sedang menatap diri ku dan kali ini terulang lagi dengan status baru mu. Ya. Kau sudah memiliki kekasih. Bukan kah seharusnya kau menjaga pandangan mu terhadap wanita lain?

Kita berteman. Aku akui kau memang seorang yang sangat baik. Kau menghargai segala perbuatan dan keputusan ku. Namun kau harus tahu. Aku bukan tipe teman yang suka diikut campuri urusannya. Dan kau tahu alasan mengapa aku menjadi pendiam. Aku tidak pernah ingin untuk memberikan teman-teman ku kesempatan menyentuh titik terdalam hati ku.

Aku pernah memberi mu kesempatan untuk mengenal dan dekat dengan ku. Namun kau tidak menggunakan itu dengan baik. Kau tahu sifat ku. Aku tidak suka sesuatu yang manis diawalnya saja. Semacam permen karet. Kebayakan orang hanya memakannya ketika sedang bosan. Sebagai pengisi dan pendamping di kala sendiri. Tidak pernah berada di saat serius. Dan kau tahu seperti apa sifat permen karet. Jika dia sudah mengeras dan hambar. Kau akan membuangnya. Setelah dirasa puas kau berpindah ke permen yang lain. Setelah kebosanan mu datang. Kau akan mengunyah permen karet kembali.


Putriayu.k
12/09/2018 

Komentar

Postingan Populer